Sabtu, 27 Desember 2014

All About Filox Up



Ketika rasa rindu itu datang gue selalu membuka sebuah album kenangan sekolah tercinta gue. Setelah beberapa bulan benar-benar gue pisah dari filoxup, kini rasa rindu itu melanda, rasa rindu dengan kelas yang di belakang tertuliskan "Filoxup" yang dipenuhi dengan foto-foto kita. Terdapat tulisan dengan Togetherness dan gue kangen banget dengan suasanya togetherness filoxup. Saat gue buka album kenangan mata gue langsung tertuju pada  sebuah kalimat

Yth. Penghuni Masa Depan
Di relung hati kami yang terdalam

“ Melalui surat ini, kami yang pernah hidup di masa lalu kalian berterimakasih. Hal-hal menyangkut kisah sebuah persahabatan dan lain-lain, akan di mulai dari sini.”
Sebuah persahabatan yang terdiri dari 32 orang dengan karakter yang berbeda-beda, watak yang berbeda-beda bahkan suku yang berbeda-beda. Menurut gue pertemuan yang sangat gak pernah gue bayangkan sama sekali bahkan pertemuan yang sangat singkat. Persahabatan yang ditandai dengan sebuah nama yaitu Filoxup. Sebuah nama yang sederhana namun memberikan sebuah arti yang sangat istimewa. Kata Filoxup yang berarti Fellowship In Leftover Of Xylophone Up. Kepanjangan dari filoxup dibuat dengan penuh makna oleh teman gue dibernama Teguh Arya Pamungkas. Seorang teman yang sangat misterius, bagaimana tidak sehari-hari hanya terdiam. Mungkin kata yang terucapkan selama ini dapat dihitung dengan jari.
Sebuah Fellowship In Leftover Of Xylophone bermakna sebuah persahabatan yang lebih dari sebuah persahabatan. Yang di dalamnya terdapat kelebihan yang di miliki oleh sebuah persahabatan. Dan persahabatan kita bagaikan sebuah gambang. Mengapa tidak, kita merupakan perkumpulan dari bermacam-macam suku dengan skill yang berbeda-beda bahkan dikatakan kita semua sangat berbeda. Namun ketika kita sudah benar-benar menyatu, kebersamaan itu sangat terasa banget. Dalam persahabatan ini hanya terdapat 8 orang peria dan sisanya adalah wanita. 
Mungkin ini adalah sebuah awal gue deket dengan beberapa orang penghuni kelas. Sore-sore kita duduk di pinggir lapangan sekolah gue sembari menunggu guru datang. Maklumlah sehari-hari gue sekolah dari pagi hingga menjelang sore. Saat itu gue dan kawan-kawan sering kali bermain volly dan  basket di lapangan untuk mengisi waktu luang karena waktu yang sangat padat. Seperti melepas penatlah, setelah seharian belajar. kalau kita belajar siang, sekolah  itu terasa milik kelas gue seorang, kenapa tidak. Semua orang telah pulang menikmati enaknya tidur siang, di sini kita harus bergelut dengan pelajaran yang memusingkan. Bagaimana tidak, misalnya pagi-pagi gue harus belajar pelajaran kelas 11 dan bertemu dengan angka dan rumus-rumus yang memusingkan begitu juga gue siangnya gue harus belajar kelas 12 bertemu kembali dengan angka-angka dan rumus-rumus. Sungguh membosankan buat gue, tidak ada waktu untuk istirahat sejenak.

Ini adalah awal kekompakan kelas gue terjalin. Ketika dua orang teman gue berpenampilan seperti layaknya seorang kutu buku dengan dasi pita di leher serta dandanan yang bisa dibilang sangat katroklah. hari itu adalah kelas siang gue, tapi saat itu guru gue gak datang dan akhirnya kita mengisi waktu kosong dengan bermain-main serta berfoto-foto bersama. Tak satupun moment yang tak gue lewatkan dengan filoxup. Satu persatu moment itu selalu kami abadikan bersama-sama. Gue masih ingat ketika kita mengerjakan tugas bersama-sama. Tugas yang bersumber dari satu orang yaitu Epik. Teman gue yang mempunyai radar ini bercita-cita ingin menjadi seorang guru matematika. Bakatnya yang seing mengajarkan kita matematika saat sedang mengerjakan tugas bersama. Sampai pada akhirnya Epik mendapatkan jalur undangan di universitas negeri di tempat tinggal gue dengan jurusan yang dia ambil adalah Pendidikan matematika. Waw hebat ya !
Ini adalah moment pertama kali jalan-jalan bareng teman-teman filox di sebuah taman yang tidak jauh dari sekolah gue. Dengan pertemuan yang sederhana kita makan bersama di sebuah tempat makanan dengan sistem lesehan. Setelah selesai makan kita memutuskan untuk bersepdaan malam-malam. Kita menyewa sepeda yang bermacam-macam bentuknya dengan dihiasi oleh lampu warna warni dan kita dapat memutar musik sepanjang perjalanan mengelilingi taman tersebut. Dengan menggayung sepeda bersama-sama yang di kemudikan oleh satu orang. Menggayung bersama-sama dapat melatih kekompakan kita, karena jika tidak kompak sepedanya tidak akan bisa berjalan dengan kencang bahkan bisa dikatakan tidak bisa bergerak. Tak ada diantara kita yang tidak mengeluarkan keringat, bagaimana tidak kita bersepeda mengelilingi jalan yang panjang.
Dan ini adalah ketika hari guru tiba. Ini adalah hari guru yang kita lewati bersama untuk pertama kali dan terakhir kalinya. Karena kita bertemu pada satu kali perayaan hari guru. Dengan kompak menggunakan baju putih-putih dan celana training sekolah terlihat kebersamaan diantara kita. Kita menata kursi dan meja dengan mengelilingi kelas dan disana kita duduk untuk makan bersama. Gue rasa itu adalah salah satu kebersamaan yang gue jalani bersama teman-teman filoxup. Tak lupa juga gue mengabadikan moment ini dengan berfotoan bersama wali kelas gue dengan mengucapkan selamat hari guru kepada wali kelas kami. Ya walaupun saat itu sedang terjalin suasana yang tidak mengenakan antara kelas gue. Namun, kita semua tidak menjadikan hari itu adalah beban untuk kita semua.
Ini adalah sebuah Mozain yang bertulisan nama kelas gue "Filox Up" yang di desain oleh kelompok Kinan. Yang saat itu dijadikan sebagai tugas keterampilan dengan cara berkelompok. desain yang sangat bagus, menciptakan keindahan dari setiap huruf. Karya yang terbuat dari kayu dan kaca-kaca yang dibentuk menjadi sebuah kerajinan yang sangat menarik. Mozaik ini letakkan di atas lemari di depan kelas menambah keunikan kelas kami. Bagaimana tidak, kelas yang dikelilingin oleh gambar bunga mawar yang berwarna merah dengan akar-akar yang mengelilingi kelas kami. Di tembok belakang ditempel juga tulisan Filox dengan berbagai foto kami dan di atasnya terdapat tulisan Togetherness dengan simbol sampingnya adalah gambar sebuah Pilox yang menambah kesan lembut.
Ini adalah sebuah moment ketika kita merayakan hari ulang tahun Epik di rumahnya. Sebelumnya kami memberikan surprise, paginya kami di traktir makan di mie ayam yang biasa kita makan di sekolah kami. Setelah itu, kita berencana membuat Epik menangis dengan menyembunyikan Hpnya. Setelah kemabli ke kelas Epik mencoba mencari Hpnya, namun yang ia Hpnya sudah tidak berada di tas. Tak lama kemudian Epik menangis dengan sekencang-kencangnya. Sampai-sampai kami bingung bagaimana biar Epik tidak menangis terlalu kelas karen apada saat itu sedang berjalan sebuah ajar mengajar di samping kelas kami. Dengan banyak akal kami membuat Epik berhenti menangis dan akan berpura-pura membantu Epik untuk menemukan Hpnya. Sepulang sekolah, kami langsung berangkat menuju rumah Epik dan memberikan Epik surprise dengan memberikan sebuah kado yang berisi Hpnya sendiri.
Dan ini adalah moment ketika kami memberikan surprise untuk Sweet Seventeen Fitri. Sebelumnya di sekolah tak ada satupun yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Fitri. Malamnya kami berencana memberikan sebuah kue untuk Fitri, ya walaupun yang datang hanya beberapa saja. Namun, tak menghilangkan kesan bahagia di dalam hati Fitri. Fitri adalah teman sebangku gue ketika berada di Sekolah  Menengah Atas. Fitri yang hidungnya pesek membuat gue terbiasa memanggil namanya dengan sebutan pesek. Pesek yang tidak pernah lepas dengan logat daerah asalnya ini akhirnya kuliah di sebuah universitas negeri dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Walaupun gagal untuk melanjutkan kuliahnya di IPB karena ada kesalahan, namun pesek ini tidak pernah patah semangat dalam melanjutkan hidupnya.
Ini adalah salah satu moment juga ketika kami datang dalam acara Sweet Seventeen teman kami yang sangat tomboy yaitu Diah. Kami membawakan sebuah kue yang sangat sederhana. Di dalam acara tidak lupa kami menyanyikan sebuah lagu "Happy Birthday" kepada Diah. Kami berencana akan mengubah penampilan Dian menjadi agak Feminim. Namun karena Diah tidak suka berdandan Feminim malah bersembunyi di dalam kamar. Namun saat ini Diah harus benar-benar menjadi seorang yang feminim karena sekarang dia sedang melanjutkan studinya dengan jurusan yang mengharuskan dia menjadi seorang yang sangat feminim dan bersikap lemah lembut yaitu jurusan kebidanan. Padahal Diah dulunya di Sekolah Menengah Atas mengikuti Kempo dan pada akhirnya dia harus menjadi seorang bidan yang profesional kelaknya.
Ini adalah salah satu moment ketik kami menghadiri acara Sweet Seventeennya wakil ketua kelas kami yaitu Yopin. Rajanya gak masuk sekolah karena sering telat bangun pagi. Bayangkan, kelas paginya dia gak masuk sekolah, tiba-tiba siangnya dia nongol untuk mengikuti kelas siang. Karena sering banget Yopin tidurnya terlarut malam sehingga paginya ketika tidak ada guru dia menyempatkan diri untuk tidur di kelas. Bahkan kalau bener-bener gak kuat ada gurupun bisa-bisa dia tidur di dalam kelas. Sampai-sampai dia tidak pernah konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Namun, hebatnya sekarang dia melanjutkan perkuliahan dan mendapatkan Jalur Undangan di IPB.
Ini adalah salah satu moment ketika kelas gue berkunjung ke pantai elak-elak. Ini salah satu pengambilan nilai pariwisata. Dengan berangkat pagi-pagi kami berangkat menggunakan Bus yang perjalanannya mencapai beberapa jam. Setiap kelompok yang beranggotakan kurang lebih 9 oranga mengambil gambar kelompoknya dengan suasana indanhnya ombak dan pemandangan di sekitar pantai. Karena di sekeliling tempat kami terdapat sampah yang berserakan, dengan inisiatif kami semua mengumpulkan sampah untuk dibakar agar suasana di sekitar Pantai menjadi lebih indah lagi tanpa adanya sampah yang berserakan karena itu akan mengganggu pengunjung yang ingin menghabiskan waktu untuk berfoto di pantai.
Ini adalah suasana ketika kami berada di atas Islamic Center yang bertempat di depan sekolah kami. Suasana yang sangat indah, melihat kota gue dari atas. Gue naik ke lantai 10 kalau tidak salah. Dengan menaiki tangga satu persatu menuju lantai 10 dengan sabar kami melangkah. Walaupun rasa lelah itu ada namun dapat terbayangkan dengan melihat indahnya kota gue dari atas. Bayangkan kami menaiki ribuan anak tangga agar dapat sampai dipuncaknya. Tak lupa kami abadikan moment yang sangat indah ini dan hasilnyapun lumayan sangat memuaskan. Waktu itu kami naik dari jam 8 dan turun saat jam menunjukkan pukul 10 lebih. Namun kalau kita naik puncak Islamic Center sekarang sepertinya sudah tidak bisa lagi.
Ini adalah foto terakhir kami bersama guru-guru tercinta. Karena ini adalah hari terakhir kami belajar bahasa indonesia sebelum kami bertempur dengan ujian nasional beberapa hari lagi. Ketika Ibu Nursasih guru KWN kami lewat, kami memanggil untuk ikut berfoto bersama-sama dengan filoxup. Dengan lepas kami berpose bersama-sama. Tak lupa juga kami berfoto bersama dengan guru matematika kami yaitu pak Rofi. Pada hari itu juga kami belajar matematika terakhir, dengan tak pernah lelahnya beliau-beliau mengajarkan kami hingga kami bisa masuk dalam univeritas impian kami.
Ini juga hari terakhir kami belajar bahasa inggris bersama pak Juprin. Guru yang paling mengerti anak muridnya. Beliau tak pernah lelah untuk mengajarkan dan membimbing kami. Setiap kali belajar bahasa inggris selalu tercipta canda dan tawa yang menghiasi kelas kami. Tak pernah tercipta suasana yang menegangkan, suasana yang tercipta adalah suasana yang sangat enjoy. Beliau tak pernah menyerah mengajarkan kami ketika kami tidak mengerti. Dan paling mengerti kami ketika kami sudah jenuh dalam belajar dan memulangkan kami dari jam pembelajaran. Beliau sangat mengerti bagaimana keadaan kami yang harus belajar dari pagi hingga menjelang sore. Waw, betapa membosankan belajar dari pagi hingga seore selama 1,5 tahun.

Ini adalah salah satu foto yang di ambil sebagai foto kelas kami untuk dimasukkan ke dalam album kenangan. Dengan bertemakan full colour, kami menggunakan baju yang sederhana namun menghasilkan foo yang sangat indah.
Setelah Ujian Nasional selesai, Smala angkatan 21 berkumpul di lapangan sekolah. Kami dibagikan satu persatu balon udara dan selembar kertas kecil. Diselembar kertas kecil itu kami menulis impian dan cita-cita yang akan diterbangkan dengan balon udara. Dengan harapan yang terbaik untuk angkatan Smala 21. Satu persatu balon udara diterbangkan dan semua harapan terbang sejauh mungkin. Disana kami berdoa, agar Smala 21 dapat lulus semua dengan nilai yang terbaik. Tak lupa setiap kelas berfoto-foto karena hari itu adalah dimana semua perjuangan kami selesai. Perjuangan selama beberapa tahun bersama-sama dan selanjutnya melanjutkan pendidikan yang lebih atas lagi.
Ini adalah moment terakhir yang sangat berksan dan menyedihkan. Moment Prom Night yang memiliki tema tersendiri. Dimana moment-moment selama beberapa tahun ini di tayangkan di depan layar. Acara yang sangat berkesan, ditampilkan persembahan-persembahan dari masing-masing kelas. Mulai dari band, puisi hingga dance dan tarian tradisional. Kami menggunakan Kebaya yang membuat penampilan kami menjadi lebih anggun. Dengan selendang yang berwarna merah dan bertuliskan Smala menambah kesan kami. Semua tampil dengan sempurna dan semua tampil dengan cantik. Kebahagiaan terpancar dari wajah kami. Kami tidak ingin melewatkan sebuah moment yang sangat bahagia ini. Kami berfoto-foto bersama menghabiskan malam ini. Kami juga tidak lupa berfoto bersama dengan kelas-kelas lainnya hingga acara selesai pada pukul 00.00.
Ini adalah keadaan sunrise di Gili Air. Gili Air adalah kampung halaman Yopin. Kami berkunjung ke sini setelah lelah dari Ujian Nasional dan setelah beberapa hari lalu hadir dalam acara Prom Night Smala. Kebersamaan tercipta diantara kita. Perjalanan dari mataram hingga ke Gili tidaklah sebentar. Mulai dari kami harus menunggu teman-teman yang ngaretnya minta ampun hingga kami kekurangan motor untuk pergi ke tempat penyerbangan. Namun semua terbayar setelah sampai di Gili Air. Disana kami disambut oleh keluarga Yopin. Dengan menginap di sebuah penginapan yang disediakan oleh orang tua Yopin kami beristirahat sejenak, sebelum kami berjalan-jalan menikmati suasana indahnya Gili Air.
Dan sampai pada penghujung yaitu dimana diumumkannya Hari Kelulusan buat kami. Dengan nilai yang hampir sempurna gue dan kawan-kawan merayakannya dengan coret-coretan di pinggir pantai. Rasanya disana sangatlah bahagia, gue gak nyangka secepat itu gue bisa menyelesaikan semuanya. Semua telah usai, gue melepas masa SMA gue secepat itu. Orang bilang sih sangat tidak menikmati, namun ini adalah sebuah jalan yang terbaik buat gue dan teman-teman gue.
Dan malam ini, gue bener-bener kangen masa-masa bersama Filox up. Sekarang ini untuk kumpul aja susahnya minta ampun. Teman-teman gue yang diluar kota juga gak bisa pulang secara bersamaan. Padahal gue kangen banget moment-moment yang gak akan pernah gue temukan saat kuliah ini. Kangen sama masa-masa belajar dari pagi hingga sore, kangen belajar bareng, kangen kerjain tugas bareng, kagen telat sekolah, kangen makan mie ayam mas min bareng, kangen semuanya. Gue kangen Filoxup :')

This is videos with Filloxup

Jumat, 26 Desember 2014

Laporan Kunjungan Rumah Potong Hewan Majeluk

LAPORAN
KUNJUNGAN LAPANGAN
RUMAH POTONG HEWAN
(RPH MAJELUK)
Di susun oleh  

Diny Latifa Maysari 
NIM : P07131014014


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM
JURUSAN DIII GIZI
2014
 

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam,  karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan Kunjungan Lapangan kami ke Rumah Pemotongan Hewan di Majeluk dengan sebaik mungkin.
Di dalam laporan ini, akan dipaparkan tentang cara penanganan dan penentuan mutu bahan pangan serta sejarah berdirinya tempat pemotongan hewan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita dan pembaca dapat belajar dengan baik dan benar mengenai mutu bahan pangan yang baik.


Mataram, 10 Desember 2014



DAFTAR ISI
                                                                                                                                         
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... ..... i
DAFTAR ISI............................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang..................................................................................................................... 1
1.2  Tujuan.................................................................................................................................. 1
a.       Tujuan Umum................................................................................................................ 1
b.      Tujuan Khusus............................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN  .......................................................................................................... 3
      2.1 Gambaran Umum Lokasi Kunjungan.................................................................................. 3
      2.2 Cara Pemotongan dan Penanganan..................................................................................... 4

BAB III PENUTUP..................................................................................................................... 10
KESIMPULAN........................................................................................................................... 10
SARAN......................................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................11

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         LATAR BELAKANG
Rumah Potong Hewan (RPH) adalah suatu tempat khusus untuk melakukan proses pemotongan. Di dalam rumah pemotongan inilah pelaksanaan pemotongan dilakukan dengan memperhatikan langkah-langkah pemotongan itu sendiri dan juga memperhatikan kebersihan dari lingkungan tempat terjadinya pemotongan agar dapat menghasilkan daging yang benar-benar higeinis.
Untuk mendapatkan daging yang sehat kita harus memperhatikan tahapan-tahapan sebelum daging dipotong hingga pemasaran daging tersebut. Daging yang sehat adalah suatu bahan makanan yang mengandung nilai gizi sangat baik yang dibutuhkan oleh manusia untuk melangsungkan kehidupannya terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan. Memotong hewan pada pemotongan hewan yang sehat akan menghasilkan daging yang sehat.
Hewan yang akan dipotong terlebih dahulu diperiksa dulu kesehatannya dan kondisinya oleh petugas yang berwewenang dengan cara pemeriksaan antermortem, setelah dapat dipastikan sehat barulah hewan tersebut dapat dipotong, sehinga kita akan menghasilkan daging yang baik, aman, sehat dan utuh. Petugas yang memeriksa kesehatan hewan adalah seorang dokter hewan yang diawasi oleh pemerintah (dinas yang berwewenang). Petugas akan mengawasi jalannya proses pemotongan dari pemotongan hingga pemeriksaan daging, isi dada dan isi perut dan pembagian-pembagian daging. Pemeriksaan ini sering disebut dengan pemeriksaan postmortem. 
Daging yang baik akan dihasilkan dari proses pemotongan yang bersih, baik dan benar. Pemotongan akan berjalan dengan baik dengan mengawasi kemungkinan adanya kuman-kuman pada daging, sehingga akan menghasilkan daging yang baik, sehat, bersih. Peran dokter hewan dalam menjamin kemanan bahan pangan asal hewan sangat diutamakan. Sehingga kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) sangat berperan penting sebagai bagian dari peran dan fungsi dokter hewan ditengah-tengah masyarakat.
1.2         TUJUAN
·         Umum   :
Mahasiswa mampu mengetahui tentang cara penanganan dan penentu mutu bahan pangan di suatu institusi.
·         Khusus  :
-         Mengidentifikasi gambaran umun (sejarah berdiri, pengelolaan, ketenagaan, dll) lokasi kunjungan (RPH)
-         Mengidentifikasi cara/tahap penanganan bahan pangan di lokasi kunjungan (RPH)
-         Mengidentifikasi cara penentu mutu bahan pangan di lokasi kunjungan (RPH)
-         Mengidentifikasi sifat fisik, kimia dan organoleptik bahan pangan di lokasi kunjungan (RPH)
-         Mengidentifikasi tanda-tanda kerusakan yang terdapat pada bahan pangan di lokasi kunjungan (RPH)

BAB II
PEMBAHASAN

2.1         GAMBARAN UMUM LOKASI KUNJUNGAN
a.      Sejarah Berdirinya Rumah Pemotongan Hewan
Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di Majeluk ini berdiri sekitar tahun 1987 dan masih aktif hingga saat ini. Rumah Potong hewan ini salah satu tempat pemotongan hewan yang terdapat di Lombok, Nusa Tenggara Barat milik Pemerintah Daerah Kota Mataram. Rumah Potong Hewan ini dibuka dari pukul 04.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA. Rumah Potong hewan ini libur hanya sekali dalam setahun yaitu pada saat hari raya Idul Fitri. Rumah Potoh Hewan ini juga membuka tempat pembelian daging langsung dan tanpa batas.
Di Rumah Potong Hewan ini masih melakukan pemotongan hewan dengan cara tradisional yaitu dengan cara menyembelih hewan tanpa adanya kekerasan dan pemingsanan pada hewan yang akan disembelih. Hewan atau sapi yang akan disembelih biasanya berasal dari  Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa dan kebanyakan sapi tersebut berasal dari Bali. Setelah shewan ternak seperti sapi datang, sapi tersebut akan di istirahatkan selama ± 12 jam dan sapi tersebut dipuasakan makan dan hanya diberikan minum saja. Biasanya sapi yang dipotong sebanyak 15-25 ekor sapi perharinya.
b.      Lokasi Kunjungan
Rumah Potong Hewan (RPH) ini berlokasi di Jalan Transmigrasi No. 17 Majeluk-Mataram
c.       Pemasaran
Pemasaran daging setelah pemotongan di lakukan di Rumah Potong Hewan di pasarkan ke seluruh pasar di Kota Mataram.
d.      Struktur Organisasi Rumah Potong Hewan (RPH)
-          Kepala UPDT RPH       : Ir. H. Sudirman, MSi
-          Pemimpin                       : Timan, S.Sos
-          Medis                             : Widia Fibrianti (Dokter Hewan)
-          Administrasi                  : Mukaria dan Marzuki
-          Kebersihan                     : Munakin, Yudiawan, Hariadi, Rasid
-          Petugas                          : 7 Orang (dari dinas)
e.       Fasilitas Bangunan
Fasilitas yang dimiliki oleh Rumah Potong Hewan (RPH) Majeluk ini  meliputi kantor, kandang peristirahatan, gudang atau tempat pelayuan, gudang tempat menaru alat-alat dan fasilitas air bersumber dari bor, PAM dan drainase untuk penyiraman.
2.2         CARA PEMOTONGAN DAN PENANGANAN
Pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan ini dilakukan secara tradisional  yaitu dengan cara penyembelihan. Hewan-hewan yang didatang dari berbagai tempat seperti Bali, Sumbawa dan Lombok ini diistirahatkan selama ± 12 jam tanpa diberikan makan dan hanya diberikan minum saja sebelum dilakukan penyembelihan. Hewa diistirahatkan dimaksudkan agar sapi tidak stres, darah dapat keluar sebanyak mungkin dan cukup tersedia energi sehingga proses rigormortis berjalan sempurna. Pengistirahatan hewan ternak sangatlah penting karena hewan ternak yanh habis melakukan pekerjaan jika langsung disembelih tanpa peristirahatkan akan membuat hewan ternak tersebut akan mengalami stres (Beef Stress Syndrome) dan berdampak pada hasil dagingnya yang menghasilkan daging berwarna gelap yang biasa disebut dark cutting meat. Sekresi hormon adrenalin meningkat akan mengganggu metabolisme glikogen pada oto. Pada saat hewan ternak diistirahtkan dilakukan juga pemeriksaan antemortem (penyakit) dan setelah pemotongan dilakukan pemeriksaan post mortem (organ dalam).
a.      Langkah Pemotongan
Pemotongan sapi ini masih menggunakan peralatan yang sederhana. Pertama-tama sapi ditarik dan diikat, pemotongan dilakukan pada ternak dalam keadaan posisi rebah, kepalanya diarahkan ke arah kiblat dan dengan di doakan atau dengan menyebut nama Allah, ternah dipotong dengan menggunakan pisau yang tajam. Pemotongan dilakukan pada leher bagian bawah, sehingga tenggorokan, vena yugularis dan arteri carotis terpotong. Pada pemotongan sapi secara tradisional tekniknya dengan mengikat sutas tali pada kaki bagian depan dan belakang kemudian ditarik dari arah yang berlawanan dengan posisi kaki menyilang. Apabila yang diikat adalah kaki kanan maka tali akan ditarik dari sebelah kiri, kemudian juga sebaliknya. Setelah itu kepalanya dipisahkan dari tubuhnya.
b.      Pengulitan
            Proses pengulitan diawali dengan membaut irisan panjang pada kulit sepanjang garis tengah dada dan bagian perut. Selanjutnya mengiris sepanjang permukaan kaki dan kulit dipisahkan dengan dimulai dari ventral ke arah punggung tubuh dan diakhiri dengan pemotongan ekor.
c.       Penuntasan Darah
Saat pemotongan diusahakan agar darah secepatnya dan sebanyak-banyaknya keluar serta tidak terlalu banyak meronta, karena hal ini akan ada hubungannya dengan :
a.       Warna daging
b.      Kenaikan temperatur urat daging
c.       pH urat daging (setelah sapi mati)
d.      Kecepatan daging membusuk
Setelah ternak disembelih kedua kaki belakang pada sendi tersus diikat dengan suatu kaitan dan di kerek ke atas sehingga bagian leher ada di bawah untuk memudahkan darah cepat keluar banyak. Keadaan seperti ini akan memungkinkan darah yang ada pada tubu ternak akan mengalir menuju ke bagian bawah yang akhirnya keluar dari tubuh. Setelah dilakukan pemotongan dilakukan pemisahan antara daging, kulit, krpala, darah dan jeroannya.
d.      Pelayuan Daging
Pelayuan daging bertujuan untuk proses pembentukan asam laktat dapat berlangsung sempurna sehingga terjadi penurunan pH daging yang rendah sehingga pertumbuhan bakteri akan terhambat, pengeluaran darah akan menjadi lebih sempurna karena darah merupakan media yang sangat baik bahgi pertumbuhan mikroba juga untuk memperoleh daging yang memiliki tingkat keempukan opimum serta citarasa yang khas (Tien R. Muchtadi : 1992)
Namun di tempat kunjungan di Rumah Potong Hewan Majeluk tidak dilakukan pelayuan karena sapi yang sudah di sembelih langsung di edarkan ke pasar-pasar disekitar mataram atau di ambil oelh para pedagang atau pembeli untuk dijual kembali ataupun diolah menjadi bahan makanan.
e.       Klasifikasi Daging Sapi
-         Kelas I    : Daging punggung, paha belakang, hati. Harga untuk kelas I adalah Rp100.000,-
-         Kelas II : Daging yang tipis-tipis, paha depan dan daging iga. Harga untuk kelas II adalah Rp90.000,-
-         Kelas III : Tetelan, daging-daging yang kecil-kecil.
f.       Dressing
Dressing adalah pemisahan bagian kepala, kulit dan jeroan dari tubuh ternak (Tien R. Muchtadi : 1992)
Berdasarkan hasil kunjungan kami pada tanggal 1 desember 2014, setelah hewan ternah sudah selesai mengalami proses pengulitan, karkas sapi biasanya dibelah menjadi dua sepanjang garis tulang punggung dan kemudian dipotong menjadi bagian yang lebih kecil.
g.      Kesepakatan sebelum dipotong
-         Setelah dilakukan pemeriksaan jika sapi dikatakan sehat maka sapi boleh untuk dipotong.
-         Jika sapi terkena penyakit eselsia sapi boleh dipotong dengan syarat organ ddalamnya dibuang dan dilakukan pelayuanselama 24 jam.
-         Jika sapi sakit pemotongannya ditunda sampai sapi benar-benar sehat kembali dan jika dipotong dalam keadaan sakit akan membahayakan manusia atau yang mengkonsumsi karena anti bodynya masih dalam tubuh sapi.
h.      Kesepakatan setela pemotongan
-         Pengedaran boleh dilakukan jika sapi sehat, namun juka ada tulang yang patah pada bagian tersebut makan bagian tersebut dibuang.
-         Boleh diedarkan dengan syarat sebelum diedarkan dilakukan pelayuan dan dimasak atau direbus.
-         Tidak boleh diedarkan jika mempunyai penyakit menular.



BAB III
PENUTUP
            KESIMPULAN
     Setelah kita melakukan kunjungan ke Rumah Potong Hewan Majeluk dapat disimpulkan bahwa Rumah Potong Hewan merupakan salah satun intansi tempat pemotongan yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. RPH Majeluk merupakan Rumah Potong Hewan yang memoliki organisasi kepengurusan sendiri milik Pemerintah Daerah. Di Rumah Potong Hewan ini kita dapat mengetahui cara penanganan hewan ternak dengan baik mulai dari masukknya hewan ternak, sebelum dilakukannya pemotongan, serta mengetahui kriteria-kriteria sapi, tahapan-tahapan pemotongan, pengolahan serta pemasaran.

SARAN
Tempat Pemotongan hewan hendaknya lebih di perhatikan kebersihan dan kenyamanan para pengunjung, serta lebih memanfaatkan limbah dari hasil potongan sapi tersebut, seperti kotorannya ataupun darahnya yang dapat di manfaatkan sebagai pupuk, sumber pembangkit listrik ataupun gas.


DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Hasil Kunjungan Ke Rumah Potong Hewan Majeluk
Muchtadi, Tien R. dan Sugiyono. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Jakarta. Alfabeta.
Paeco Agung, PT. 1989. Rumah Potong Hewan (RPH) untuk Idustri Kecil Menghasilkan Kualitas Daging Sehat dan Bermutu. Paeco Agung PT. Jakarta.