Mungkin ini semua berawal dari gue mengikuti ppsm (Pengenalan Program Studi), pelaksanaan ini sejenislah dengan ospek. Ketika gue harus bergabung dengan orang-orang yang gak gue kenal sama sekali, ketika itu juga gue harus bekerja sama dengan orang yang baru saja gue kenal. Awal pertemuan kita adalah di samping kampus gue, disana semua calon mahasiswa berkumpul untuk membicarakan perlengkapan yang akan dibawa ketika pelaksanaan ppsm. Saat itu kita ditegur oleh kakak tingkat kita kalau kita tidak boleh berkumpul atau berkeliaran disekitar kampus. Akhirnya kita semua berkumpul disebuah taman yang berada lumayan jauh dari kampus gue.
Di sana terpecahlah dua kelompok karena salah satu dari kita menginginkan untuk dibagi agar tidak terlalu melelahkan untuk mengatur banyak orang. Akhirnya D-III pisah dengan D-IV, gue yang saat itu berada di D-III memutuskan untuk saling membagi tugas. Saat itu kita memutuskan untuk mengerjakan semuanya disalah satu kos teman baru gue yang letaknya tidak jauh dari kampus gue. Nah mungkin ini adalah salah satu awal gue bisa dekat dengan teman gue sekarang yang bernama Hernisa Widiatri.
Hernisa Widiatri yang biasa gue panggil Nisa. Ketika ppm kakak tingkat gue memberikan nama bagus kepada Nisa yang bernama RRI. Ketika ppsm kakak tingkat gue menugaskan untuk mencari arti nama bagus masing-masih. Setau gue RRI itu adalah kepanjangan dari Radio Republik Indonesia. Saat pengumpulan tugas Nisa mengumpulkan info tentang namanya yaitu tentang Radio Republik Indonesia. Namun ternyata kepanjangan dari RRI tersebut adalah Ruang Rawat Inap. Tugas dari RRI ketika pelaksanaan ppsm berlangsung adalah memimpin doa ketika kita semua mulai makan. Dengan kalimat " Kolega kolegiku sayang" Nisa memimpin doa setiap harinya selama ppsm berlangsung. Hingga akhir ppsm kita masih tetap bersama. Saat perkuliahan dimulai, gue tetep duduk bareng Nisa. Kemana-mana pasti sama Nisa. Sampai-sampai banyak orang yang menganggap kita adalah kembar. Padahal menurut gue, gue gak kembar sama Nisa. Ya walaupun mungkin tinggi dan postur tubuh gue hampir sama dengan Nisa. Setelah beberapa lama gue berteman dengan Nisa, ya terasa sedikit kecocokan untuk gue jadikan sebuah seorang sahabat. Gue selalu istirahat di kos Nisa ketika jam perkuliahan gue kosong.
Saat gue libur dari perkulihan gue, Nisa dan teman-teman cowok mengajak gue untuk jalan-jalan ke Sembalun. Saat itu gue bener-bener gak enak badan. Tapi, gue sudah keburu janji sama mereka, kalau gue ikut jalan-jalan sama mereka. Saat paginya gue nunggu mereka, namun mereka tak kunjung datang. Ketika gue sms mereka bertanya apa kita jadi pergi? Mereka mengatakan kalau kita jadi pergi. Setelah beberapa jam gue nunggu akhirnya gue tertidur hingga menunjukkan pukul 11 lebih. Saat itu juga mereka tidak kunjung datang. Tak selang kemudian, mereka menelpon menyuruh gue untuk siap-siap karena mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah gue. Pukul 12 lebih merekaakhirnya sampai juga di rumah gue. Gue langsung masuk ke dalam mobil dan kita langsung pergi. Di perjalanan kita semua bingung tujuannya ke mana, Karena kalau siang begini kita jalan menuju sembalun kapan pulangnya, perjalanan ke sembalun aja hampir mencapai 4 jam. Namun karena mereka ingin ke sana, akhirnya mobil yang gue kendarai melaju dengan cepat. Diperjalanan menuju sembalun kita berhenti sejenak di sebuah swalayan untuk membeli makanan yang akan kita makan ketika perjalanan menuju sembalun.
Saat kita sampai di sebuah tempat peristirahatan di atas bukit yang pemandangannya sangat indah banget. Disana kita menyempatkan untuk berfoto bersama dengan background pemandangan gunung dimana-mana. Setelah beberapa menit menghabiskan waktu berfoto bersama, kami semua melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat pemetikan strawberry. Setelah perjalanan jauh akhirnya kita menemukan tempat pemetikan strawberry langsung. Dengan keranjang merah gue memetik strawberry satu persatu dan memasukannya ke dalam keranjang merah gue. Dari bawah menuju atas gue menelusuri kebun strawberry, satu persatu gue cicipin strawberry tersebut rasanya lumayan manis walaupun ada beberapa yang terasa kecut. Tak lupa juga gue menyempatkan berfoto bersama dengan background gunung-gunung yang mengelilingi tempat tersebut. Setelah keranjang strawberry gue full, gue menyudahi dan membungkus semua yang gue petik gue bawa sebagai oleh-oleh untuk orang di rumah gue. Saat hari sudah semakin sore, kita semua memutuskan untuk beranjak pulang. Saat sampai rumah tenyata jam sudah menunjukkan pukul 09.00 dan sampai di rumah gue memutuskan untuk tidur lebih awal.
Entah ini berawal dari mana, gue dekat sama teman kelas gue. Awalnya gue dan Nisa dekat sama Rahayu Purnamasari yang biasanya gue panggil hanya dengan sebutan Uq dan Andini oktafilaya yang biasanya gue panggil dengan sebutan Andin atau Endun. Entah pertemanan gue dengan mereka berawal dari mana hingga akhirnya kita sepertiselayaknya seorang sahabat. Bagaimana tidak, kita kemana-mana bersama, makan bersama, bahkan tidur siangpun bersama di kos Nisa yang tak jauh dari kampus gue. Mungkin seingat gue semua itu terjadi ketika kita tak tau tujuan dan akhirnya kita di ajak masak-masak di kosnya Andin yang saat itu masih pada kos lamanya.Tak lama kemudian Fera bergabung dengan kami. Ketika jam perkuliahan kita kosong, kita selalu beristirahat dan berkumpul di kos Nisa. Mungkin kos Nisa adalah sebuah kos derita. Bagaimana tidak, kami selalu mencurahkan isi hati di sana, masak di sana, makan, tidur, bahkan mandi di sana. Dan juga suatu ketika ketika kita sudah berbicara dari hati ke hati. Biasanya yang sering begini adalah gue, Nisa dan Uq. Berbicara dari hati ke hati, curhat bareng dari masalah umum hingga masalah pribadi kita. Saat itu tak sadar kita saling bercerita masala pribadi, masalah kehidupan yang sebenarnya. Saat itu juga kita bertiga menangis bersama dengan menutup pintu kos, kita bertiga mengeluarkan semua isi hati kita masing-masing. Tak terpendam, air mata mengalir dengan sendirinya. Berasama-sama kita menangis mendengar sebuah cerita salah satu dari kami. Entah apa yang gue rasakan, kenapa gue sangat nyambung dengan mereka. Padahal kita berteman tak lama kira-kira baru 3 bulan berlalu, namun semua sudah terasa lama. Tak ada rasa malu di antara kita, kita berprilaku seperti layaknya seorang sahabat. Saling menasihati, saling bekerja sama, saling memahami. Gue sadar ada kalanya kita semua menonjolkan keegoisan kita masing-masing. Ada yang sering marahlah, ada yang tidak bisa di ajak bercandalah dan kejelekanlainnya. Namun, semua itu bukan penghalang bagi kita untuk membuat persahabatan ini semakin erat.
Ini adalah salah satu kegiatan kita bersama. Ketika tidak ada kerjaan yang akan kita kerjakan. Kami selalu berfoto bersama. Tiada hari tanpa foto, dimana-mana selalu menyempatkan diri untuk berfoto atau selfie bersama. Ini foto ketika jadwal perkulihan gue kosong. Ini adalah ketika hari guru berlangsung, kita menyempatkan untuk menghantar Uq ke SMAnya. Setelah pulang dari menghantar Uq, kita langung melanjutkan perjalanan ke rumah Uq. Disanalah kita berfoto bersama sembari beristirhat sebelum nanti siangnya kita harus berangkat ke kampus untuk mengikuti perkuliahan.
Ini adalah ketika kita merayakan hari jadian Uq bersama Mamas pacarnya Uq. Kita merayakannya denga makan-makan bersama di Mcd di sebuah Mall tak jauh dari kampus gue. Tak lupa juga kita menyempatkan diri berfoto dan berfose. Canda tawa kita lontarkan bersama. Kehangatan dan kebersamaan yang gue rasakan saat bersama kalian. Karena kalian gue gak merasa kesepian walaupun gak ad seseorang yang akan perhatian buat gue. Namun, kalian semua adalah segalanya buat gue.
Ini salah satu moment yang sangat bahagia buat Nisa. Tepat tanggal 22 November Nisa berulang tahun. Hari itu adalah hari libur, namun saat itu ada foto untuk KTM sehingga kita harus berkumpul di kampus. Karena lama kita memutuskan untuk pergi karokean ke X2. Salah satu tempat karoke yang tak jauh dari kampus. Di sana, kita bernyanyi bersama dan berjoget bersama. Pada akhir waktu kita menyanyikan sebuh lagu Happy Birthday untuk Nisa.Namun karena kelas kita giliran untuk berfoto akhirnya kita semua kembali ke kampus. Saat sampai kampus ternyata semua sudah hampir selesai. Saat setelah selesai berfoto, gue meminta Nisa, Uq untuk menunggu gue. Karena saat itu gue membantu merekap nama mahasiswa yang berfoto karen diperintahkan oleh Presma. Sembari menunggu gue menyuruh fera untuk membeli kue untuk Nisa. Setelah selesai gue merekap dan kuenyapun datang. Kita semua langsung memberikan kue kepada Nisa dan tak lupa kita berfoto bersama.
Ini sebuah video yang gue buat untuk kalian. Satu persatu foto gue kumpulkan dan gue edit menjadi sebuah video yang sederhana. Semoga kalian senang dan selalu memutarmya tanpa lelah dan tanpa bosan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar