Sabtu, 27 Desember 2014

All About Filox Up



Ketika rasa rindu itu datang gue selalu membuka sebuah album kenangan sekolah tercinta gue. Setelah beberapa bulan benar-benar gue pisah dari filoxup, kini rasa rindu itu melanda, rasa rindu dengan kelas yang di belakang tertuliskan "Filoxup" yang dipenuhi dengan foto-foto kita. Terdapat tulisan dengan Togetherness dan gue kangen banget dengan suasanya togetherness filoxup. Saat gue buka album kenangan mata gue langsung tertuju pada  sebuah kalimat

Yth. Penghuni Masa Depan
Di relung hati kami yang terdalam

“ Melalui surat ini, kami yang pernah hidup di masa lalu kalian berterimakasih. Hal-hal menyangkut kisah sebuah persahabatan dan lain-lain, akan di mulai dari sini.”
Sebuah persahabatan yang terdiri dari 32 orang dengan karakter yang berbeda-beda, watak yang berbeda-beda bahkan suku yang berbeda-beda. Menurut gue pertemuan yang sangat gak pernah gue bayangkan sama sekali bahkan pertemuan yang sangat singkat. Persahabatan yang ditandai dengan sebuah nama yaitu Filoxup. Sebuah nama yang sederhana namun memberikan sebuah arti yang sangat istimewa. Kata Filoxup yang berarti Fellowship In Leftover Of Xylophone Up. Kepanjangan dari filoxup dibuat dengan penuh makna oleh teman gue dibernama Teguh Arya Pamungkas. Seorang teman yang sangat misterius, bagaimana tidak sehari-hari hanya terdiam. Mungkin kata yang terucapkan selama ini dapat dihitung dengan jari.
Sebuah Fellowship In Leftover Of Xylophone bermakna sebuah persahabatan yang lebih dari sebuah persahabatan. Yang di dalamnya terdapat kelebihan yang di miliki oleh sebuah persahabatan. Dan persahabatan kita bagaikan sebuah gambang. Mengapa tidak, kita merupakan perkumpulan dari bermacam-macam suku dengan skill yang berbeda-beda bahkan dikatakan kita semua sangat berbeda. Namun ketika kita sudah benar-benar menyatu, kebersamaan itu sangat terasa banget. Dalam persahabatan ini hanya terdapat 8 orang peria dan sisanya adalah wanita. 
Mungkin ini adalah sebuah awal gue deket dengan beberapa orang penghuni kelas. Sore-sore kita duduk di pinggir lapangan sekolah gue sembari menunggu guru datang. Maklumlah sehari-hari gue sekolah dari pagi hingga menjelang sore. Saat itu gue dan kawan-kawan sering kali bermain volly dan  basket di lapangan untuk mengisi waktu luang karena waktu yang sangat padat. Seperti melepas penatlah, setelah seharian belajar. kalau kita belajar siang, sekolah  itu terasa milik kelas gue seorang, kenapa tidak. Semua orang telah pulang menikmati enaknya tidur siang, di sini kita harus bergelut dengan pelajaran yang memusingkan. Bagaimana tidak, misalnya pagi-pagi gue harus belajar pelajaran kelas 11 dan bertemu dengan angka dan rumus-rumus yang memusingkan begitu juga gue siangnya gue harus belajar kelas 12 bertemu kembali dengan angka-angka dan rumus-rumus. Sungguh membosankan buat gue, tidak ada waktu untuk istirahat sejenak.

Ini adalah awal kekompakan kelas gue terjalin. Ketika dua orang teman gue berpenampilan seperti layaknya seorang kutu buku dengan dasi pita di leher serta dandanan yang bisa dibilang sangat katroklah. hari itu adalah kelas siang gue, tapi saat itu guru gue gak datang dan akhirnya kita mengisi waktu kosong dengan bermain-main serta berfoto-foto bersama. Tak satupun moment yang tak gue lewatkan dengan filoxup. Satu persatu moment itu selalu kami abadikan bersama-sama. Gue masih ingat ketika kita mengerjakan tugas bersama-sama. Tugas yang bersumber dari satu orang yaitu Epik. Teman gue yang mempunyai radar ini bercita-cita ingin menjadi seorang guru matematika. Bakatnya yang seing mengajarkan kita matematika saat sedang mengerjakan tugas bersama. Sampai pada akhirnya Epik mendapatkan jalur undangan di universitas negeri di tempat tinggal gue dengan jurusan yang dia ambil adalah Pendidikan matematika. Waw hebat ya !
Ini adalah moment pertama kali jalan-jalan bareng teman-teman filox di sebuah taman yang tidak jauh dari sekolah gue. Dengan pertemuan yang sederhana kita makan bersama di sebuah tempat makanan dengan sistem lesehan. Setelah selesai makan kita memutuskan untuk bersepdaan malam-malam. Kita menyewa sepeda yang bermacam-macam bentuknya dengan dihiasi oleh lampu warna warni dan kita dapat memutar musik sepanjang perjalanan mengelilingi taman tersebut. Dengan menggayung sepeda bersama-sama yang di kemudikan oleh satu orang. Menggayung bersama-sama dapat melatih kekompakan kita, karena jika tidak kompak sepedanya tidak akan bisa berjalan dengan kencang bahkan bisa dikatakan tidak bisa bergerak. Tak ada diantara kita yang tidak mengeluarkan keringat, bagaimana tidak kita bersepeda mengelilingi jalan yang panjang.
Dan ini adalah ketika hari guru tiba. Ini adalah hari guru yang kita lewati bersama untuk pertama kali dan terakhir kalinya. Karena kita bertemu pada satu kali perayaan hari guru. Dengan kompak menggunakan baju putih-putih dan celana training sekolah terlihat kebersamaan diantara kita. Kita menata kursi dan meja dengan mengelilingi kelas dan disana kita duduk untuk makan bersama. Gue rasa itu adalah salah satu kebersamaan yang gue jalani bersama teman-teman filoxup. Tak lupa juga gue mengabadikan moment ini dengan berfotoan bersama wali kelas gue dengan mengucapkan selamat hari guru kepada wali kelas kami. Ya walaupun saat itu sedang terjalin suasana yang tidak mengenakan antara kelas gue. Namun, kita semua tidak menjadikan hari itu adalah beban untuk kita semua.
Ini adalah sebuah Mozain yang bertulisan nama kelas gue "Filox Up" yang di desain oleh kelompok Kinan. Yang saat itu dijadikan sebagai tugas keterampilan dengan cara berkelompok. desain yang sangat bagus, menciptakan keindahan dari setiap huruf. Karya yang terbuat dari kayu dan kaca-kaca yang dibentuk menjadi sebuah kerajinan yang sangat menarik. Mozaik ini letakkan di atas lemari di depan kelas menambah keunikan kelas kami. Bagaimana tidak, kelas yang dikelilingin oleh gambar bunga mawar yang berwarna merah dengan akar-akar yang mengelilingi kelas kami. Di tembok belakang ditempel juga tulisan Filox dengan berbagai foto kami dan di atasnya terdapat tulisan Togetherness dengan simbol sampingnya adalah gambar sebuah Pilox yang menambah kesan lembut.
Ini adalah sebuah moment ketika kita merayakan hari ulang tahun Epik di rumahnya. Sebelumnya kami memberikan surprise, paginya kami di traktir makan di mie ayam yang biasa kita makan di sekolah kami. Setelah itu, kita berencana membuat Epik menangis dengan menyembunyikan Hpnya. Setelah kemabli ke kelas Epik mencoba mencari Hpnya, namun yang ia Hpnya sudah tidak berada di tas. Tak lama kemudian Epik menangis dengan sekencang-kencangnya. Sampai-sampai kami bingung bagaimana biar Epik tidak menangis terlalu kelas karen apada saat itu sedang berjalan sebuah ajar mengajar di samping kelas kami. Dengan banyak akal kami membuat Epik berhenti menangis dan akan berpura-pura membantu Epik untuk menemukan Hpnya. Sepulang sekolah, kami langsung berangkat menuju rumah Epik dan memberikan Epik surprise dengan memberikan sebuah kado yang berisi Hpnya sendiri.
Dan ini adalah moment ketika kami memberikan surprise untuk Sweet Seventeen Fitri. Sebelumnya di sekolah tak ada satupun yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Fitri. Malamnya kami berencana memberikan sebuah kue untuk Fitri, ya walaupun yang datang hanya beberapa saja. Namun, tak menghilangkan kesan bahagia di dalam hati Fitri. Fitri adalah teman sebangku gue ketika berada di Sekolah  Menengah Atas. Fitri yang hidungnya pesek membuat gue terbiasa memanggil namanya dengan sebutan pesek. Pesek yang tidak pernah lepas dengan logat daerah asalnya ini akhirnya kuliah di sebuah universitas negeri dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Walaupun gagal untuk melanjutkan kuliahnya di IPB karena ada kesalahan, namun pesek ini tidak pernah patah semangat dalam melanjutkan hidupnya.
Ini adalah salah satu moment juga ketika kami datang dalam acara Sweet Seventeen teman kami yang sangat tomboy yaitu Diah. Kami membawakan sebuah kue yang sangat sederhana. Di dalam acara tidak lupa kami menyanyikan sebuah lagu "Happy Birthday" kepada Diah. Kami berencana akan mengubah penampilan Dian menjadi agak Feminim. Namun karena Diah tidak suka berdandan Feminim malah bersembunyi di dalam kamar. Namun saat ini Diah harus benar-benar menjadi seorang yang feminim karena sekarang dia sedang melanjutkan studinya dengan jurusan yang mengharuskan dia menjadi seorang yang sangat feminim dan bersikap lemah lembut yaitu jurusan kebidanan. Padahal Diah dulunya di Sekolah Menengah Atas mengikuti Kempo dan pada akhirnya dia harus menjadi seorang bidan yang profesional kelaknya.
Ini adalah salah satu moment ketik kami menghadiri acara Sweet Seventeennya wakil ketua kelas kami yaitu Yopin. Rajanya gak masuk sekolah karena sering telat bangun pagi. Bayangkan, kelas paginya dia gak masuk sekolah, tiba-tiba siangnya dia nongol untuk mengikuti kelas siang. Karena sering banget Yopin tidurnya terlarut malam sehingga paginya ketika tidak ada guru dia menyempatkan diri untuk tidur di kelas. Bahkan kalau bener-bener gak kuat ada gurupun bisa-bisa dia tidur di dalam kelas. Sampai-sampai dia tidak pernah konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Namun, hebatnya sekarang dia melanjutkan perkuliahan dan mendapatkan Jalur Undangan di IPB.
Ini adalah salah satu moment ketika kelas gue berkunjung ke pantai elak-elak. Ini salah satu pengambilan nilai pariwisata. Dengan berangkat pagi-pagi kami berangkat menggunakan Bus yang perjalanannya mencapai beberapa jam. Setiap kelompok yang beranggotakan kurang lebih 9 oranga mengambil gambar kelompoknya dengan suasana indanhnya ombak dan pemandangan di sekitar pantai. Karena di sekeliling tempat kami terdapat sampah yang berserakan, dengan inisiatif kami semua mengumpulkan sampah untuk dibakar agar suasana di sekitar Pantai menjadi lebih indah lagi tanpa adanya sampah yang berserakan karena itu akan mengganggu pengunjung yang ingin menghabiskan waktu untuk berfoto di pantai.
Ini adalah suasana ketika kami berada di atas Islamic Center yang bertempat di depan sekolah kami. Suasana yang sangat indah, melihat kota gue dari atas. Gue naik ke lantai 10 kalau tidak salah. Dengan menaiki tangga satu persatu menuju lantai 10 dengan sabar kami melangkah. Walaupun rasa lelah itu ada namun dapat terbayangkan dengan melihat indahnya kota gue dari atas. Bayangkan kami menaiki ribuan anak tangga agar dapat sampai dipuncaknya. Tak lupa kami abadikan moment yang sangat indah ini dan hasilnyapun lumayan sangat memuaskan. Waktu itu kami naik dari jam 8 dan turun saat jam menunjukkan pukul 10 lebih. Namun kalau kita naik puncak Islamic Center sekarang sepertinya sudah tidak bisa lagi.
Ini adalah foto terakhir kami bersama guru-guru tercinta. Karena ini adalah hari terakhir kami belajar bahasa indonesia sebelum kami bertempur dengan ujian nasional beberapa hari lagi. Ketika Ibu Nursasih guru KWN kami lewat, kami memanggil untuk ikut berfoto bersama-sama dengan filoxup. Dengan lepas kami berpose bersama-sama. Tak lupa juga kami berfoto bersama dengan guru matematika kami yaitu pak Rofi. Pada hari itu juga kami belajar matematika terakhir, dengan tak pernah lelahnya beliau-beliau mengajarkan kami hingga kami bisa masuk dalam univeritas impian kami.
Ini juga hari terakhir kami belajar bahasa inggris bersama pak Juprin. Guru yang paling mengerti anak muridnya. Beliau tak pernah lelah untuk mengajarkan dan membimbing kami. Setiap kali belajar bahasa inggris selalu tercipta canda dan tawa yang menghiasi kelas kami. Tak pernah tercipta suasana yang menegangkan, suasana yang tercipta adalah suasana yang sangat enjoy. Beliau tak pernah menyerah mengajarkan kami ketika kami tidak mengerti. Dan paling mengerti kami ketika kami sudah jenuh dalam belajar dan memulangkan kami dari jam pembelajaran. Beliau sangat mengerti bagaimana keadaan kami yang harus belajar dari pagi hingga menjelang sore. Waw, betapa membosankan belajar dari pagi hingga seore selama 1,5 tahun.

Ini adalah salah satu foto yang di ambil sebagai foto kelas kami untuk dimasukkan ke dalam album kenangan. Dengan bertemakan full colour, kami menggunakan baju yang sederhana namun menghasilkan foo yang sangat indah.
Setelah Ujian Nasional selesai, Smala angkatan 21 berkumpul di lapangan sekolah. Kami dibagikan satu persatu balon udara dan selembar kertas kecil. Diselembar kertas kecil itu kami menulis impian dan cita-cita yang akan diterbangkan dengan balon udara. Dengan harapan yang terbaik untuk angkatan Smala 21. Satu persatu balon udara diterbangkan dan semua harapan terbang sejauh mungkin. Disana kami berdoa, agar Smala 21 dapat lulus semua dengan nilai yang terbaik. Tak lupa setiap kelas berfoto-foto karena hari itu adalah dimana semua perjuangan kami selesai. Perjuangan selama beberapa tahun bersama-sama dan selanjutnya melanjutkan pendidikan yang lebih atas lagi.
Ini adalah moment terakhir yang sangat berksan dan menyedihkan. Moment Prom Night yang memiliki tema tersendiri. Dimana moment-moment selama beberapa tahun ini di tayangkan di depan layar. Acara yang sangat berkesan, ditampilkan persembahan-persembahan dari masing-masing kelas. Mulai dari band, puisi hingga dance dan tarian tradisional. Kami menggunakan Kebaya yang membuat penampilan kami menjadi lebih anggun. Dengan selendang yang berwarna merah dan bertuliskan Smala menambah kesan kami. Semua tampil dengan sempurna dan semua tampil dengan cantik. Kebahagiaan terpancar dari wajah kami. Kami tidak ingin melewatkan sebuah moment yang sangat bahagia ini. Kami berfoto-foto bersama menghabiskan malam ini. Kami juga tidak lupa berfoto bersama dengan kelas-kelas lainnya hingga acara selesai pada pukul 00.00.
Ini adalah keadaan sunrise di Gili Air. Gili Air adalah kampung halaman Yopin. Kami berkunjung ke sini setelah lelah dari Ujian Nasional dan setelah beberapa hari lalu hadir dalam acara Prom Night Smala. Kebersamaan tercipta diantara kita. Perjalanan dari mataram hingga ke Gili tidaklah sebentar. Mulai dari kami harus menunggu teman-teman yang ngaretnya minta ampun hingga kami kekurangan motor untuk pergi ke tempat penyerbangan. Namun semua terbayar setelah sampai di Gili Air. Disana kami disambut oleh keluarga Yopin. Dengan menginap di sebuah penginapan yang disediakan oleh orang tua Yopin kami beristirahat sejenak, sebelum kami berjalan-jalan menikmati suasana indahnya Gili Air.
Dan sampai pada penghujung yaitu dimana diumumkannya Hari Kelulusan buat kami. Dengan nilai yang hampir sempurna gue dan kawan-kawan merayakannya dengan coret-coretan di pinggir pantai. Rasanya disana sangatlah bahagia, gue gak nyangka secepat itu gue bisa menyelesaikan semuanya. Semua telah usai, gue melepas masa SMA gue secepat itu. Orang bilang sih sangat tidak menikmati, namun ini adalah sebuah jalan yang terbaik buat gue dan teman-teman gue.
Dan malam ini, gue bener-bener kangen masa-masa bersama Filox up. Sekarang ini untuk kumpul aja susahnya minta ampun. Teman-teman gue yang diluar kota juga gak bisa pulang secara bersamaan. Padahal gue kangen banget moment-moment yang gak akan pernah gue temukan saat kuliah ini. Kangen sama masa-masa belajar dari pagi hingga sore, kangen belajar bareng, kangen kerjain tugas bareng, kagen telat sekolah, kangen makan mie ayam mas min bareng, kangen semuanya. Gue kangen Filoxup :')

This is videos with Filloxup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar